Minggu, 08 Mei 2016

Rindu...

Barangkali rindu itu semacam racun yang kita racik sendiri dalam kesendirian dan pengharapan yang besar. Dalam kalimat ulang yang sering kita pertanyakan dan rasa ingin tahu yang lebih besar dari hal-hal lainnya yang tahu ataupun tidak sebelumnya.
Apa rindu itu seperti ini; Ketika kita sama-sama berada ditempat jauh dan berbeda, lalu kedua hati yang berbeda saling berbisik lewat arah yang sama bahwa masih ada langit yang biru yang menyatuhkan kita dibawahnya ? Lalu hatimu mengangguk, memberikan isyarat bahwa ya kita masih sedang berada dibawah langit yang sama. 

Atau apa rindu itu seperti ini; ketika dua senyuman yang saling bertemu tapi kesulitan untuk saling menyapa atau saling memberikan isyarat bahwa dari senyuman ini,hati kita sedang baik-baik saja ? walau nyatanya hatimu juga hatiku sedang dipertamukan dengan tumbukan rindu yang kesulitan untuk siapa dulu yang harus menyampaikannya. Rindu.

Oh tidak! Mungkin rindu itu seperti ini juga; seperti sebuah pesan yang terlambat masuk ke ponsel. Aku pernah mengalaminya. Bagaimana dengan kamu ? Aku pernah menunggu dengan gelisah balasan pesanmu yang kadang 3 jam kemudian baru bisa masuk lagi ke ponselku. Aku pernah juga tertidur sambil memegang handphoneku hanya karena sedang rindu-rindunya menunggu kabarmu walaupun hanya lewat pesan saja. Ya, itu aku. Entah kamu seperti apa. Yang jelas mungkin rindu jika bisa disederhanakan mungkin bahasanya seperti, dari sebuah pesan yang terlambat masuk ke ponsel. 

Tapi ternyata ada lagi, ada yang memberitahuku bahwa rindu itu juga seperti obrolan yang tergesa-gesa. Seperti kita yang terjebak dalam tergesa-gesaan rindu. Semoga bukan hanya aku saja tapi kamu juga. Dan demi apapun rindu itu rupanya ia yang membuat rindu ini menjadi lebih gelisah dari seharusnya. Tapi begini saja, kalo-kalo kamu rindu sebaliknya jangan, sebab kamu tidak akan mampu untuk melakukannya. Biar aku saja.

Sebab kamu tahu, seketika rindu yang semacam racun itu kita minum sendiri yang efeknya membuat dada kita jadi lemah dan mata kita berair. 

.....Dan rasa kehilangan adalah pengalaman ajaib yang membuat kita lebih mengerti tentang rasa memiliki. Jadi sudah siapkah rindumu yang sekarang ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)