Kamis, 25 Oktober 2012

Ini bukan tentangku (tapi tentangnya)


227 hari aku bersamamu dan sudah lebih dari 227 hari aku merasakan cinta yang lebih kepadamu. Ini anugerah, saat pria se-be-re-ng-sek-ku bisa jatuh cinta sedalam ini padamu. Tapi apa ini masih bisa dikatakan anugerah saat aku harus terus saja berdiam diri mendengarkan bagaimana baiknya kamu bercerita tentang dia ? ya, hampir setiap hari kamu bersajak indah tentangnya. Seakan kamu tak pernah tahu kan bagaimana kondisi hatiku saat itu juga ? jangankan tahu, untuk bertanya apa aku baik-baik saja tak pernah kamu lakukan. Miris bukan ? sudahlah tak apa, aku menikmatinya anggap saja ini pembalasan dendam wanita-wanita itu yang pernah kusakiti hatinya dan sekarang giliranmu mewakili kekecewaan mereka. Terima kasih sayang.

24 oktober hari kelahiranku. Aku sudah merasa sangat bahagia dengan hari ini, kamu datang menemuiku membawakan cake rainbow yang diatasnya dihiasi lilin lucu. Kamu menyuruhku meniupi lilin itu dan sebelumnya yang kulakukan adalah berdoa hal tersederhana agar kamu bisa terus bersamaku (amin).
Aku bahagia saat ini, sungguh tapi sialnya lagi-lagi dihari yang kuharapkan penuh kamu tak membahas siapa dan siapa akhirnya kamu membahasnya lagi. kamu melakuannya lagi,  bercerita tentangnya (sosok pri a yang dulu pernah menjadi bagian dari masa lalumu). Aku diam saat itu juga, berusaha tetap tenang mendengarkan setiap kalimat yang kamu katakan, sambil sesekali mengeluskan tangan kananku ke arah dadaku yang nyerinya mulai terasa. (Sakit).

Hei.. aku sedang dihadapanmu sekarang. Baru 5 menit yang lalu kamu mewarkanku kebahagiaan yang nyata lalu sekarang kenapa kamu menukarnya lagi dengan cerita seperih ini ? tapi sudahlah tak apa.. lanjutkan saja lagi ceritamu, bukankah aku sudah terbiasa mendengarkan kamu bercerita sedetail ini tentang mereka dan bukan tentang kita ? jadi teruskan saja bercerita aku masih sanggup menahan nyeri yang ada, aku sanggup sayang asalkan kamu bisa merasa legah saat menceritakannya.

Katamu dia pria yang baik, sudah berpisah lama denganmu tapi masih saja mau menghubungimu untuk mengingatkanmu jangan lupa makan, istirahat yang cukup dan dijaga kondisimu.
Lalu aku ini apa ? apa tak cukup perhatianku padamu selama ini yang sehari bisa sampai sepuluh kali menelephonemu hanya untuk berkata hal yang sama ‘jaga kesehatanmu sayang, jangan lupa makan dan bla,bla,bla...’ apa baikku kurang untukmu ? atau bodohnya aku saja yang tak bisa sebaik pria masa lalumu itu ?

Katamu dia itu pria yang keren. Mau bergaya sebagaimana rupa tetap saja keren. Cara bicaranya tegas dan jika sekali memandang matanya itu mempesona bahkan wanita-wanita diluar sana yang bisa melihat dengan jelas dirinya pasti kesulitan mengedipkan mata hanya karena terpaku dengan pesonanya (dan kamu salah satunya).
Lalu aku ini apa ? iya memang sudah jelas aku tak sekeren pria itu, cara bicaraku juga tak setegas pria itu. mataku juga biasa-biasa saja bahkan kamu jarang sekali memandang kedua bola mataku dengan tempo yang lama,  pasti hanya 2 detik lalu memalingkan wajah ke arah lain.
Jika aku seburuk ini untukmu kenapa kamu masih bertahan sayang ?

Katamu juga pria itu memiliki otak yang cerdas dan wawasannya luas. Dia menguasai empat bahasa negara lain dan sekarang pekerjaannya juga sebanding dengan kecerdasannya. Dia juga berasal dari keluarga yang baik kan ? uangnya banyak, jabatannya ternama dan dia banyak dikenal oleh kalangan elite diluar sana.
Lalu aku ini apa ? aku hanya seorang pria biasa yang mencintai seorang Wanita luar biasa. Otakku juga biasa-biasa saja. Bahasa yang ku kuasai hanya bahasa Indonesia diluar dari itu aku tak tahu apa-apa. Aku juga hanya seoarang pengawai biasa, punya jabatan yang biasa dan tentu tidak sekaya raya pria masa lalumu itu.
Aku hanya memiliki sepeda motor biasa yang kadang kugunakan untuk mengantarmu, menjemputmu di suasana yang mendesak karena jika tidak mendesak kamu tentu tak pernah mengiyakan tawaranku untuk mengantar dan menjemputmu kan ? sementara dia katamu, dia memiliki mobil mewah yang harganya entah berapa puluh ratus kali lipat dengan harga motorku ini. Ahh... sesak sekali hatiku ini, lebih sesaknya saat kamu yang selalu saja membandingkan kekuranganku dengan kelebihannya.

Aku masih menjadi kekasihmu kan ? seharusnya dalam keadaan seperti ini kamu sesekali melihat dalam mataku. Lihat kedua bola mataku ini yang selalu saja berpura-pura menyimpan air mata darimu. Coba sesekali kamu mau bersedia merasakan bagaimana rasanya menjadi hatiku, yang harus pura-pura tetap tenang dihadapanmu, menahan perih lalu berpura-pura lagi menundukan kepala mencari alasan untuk menghapus air mataku yang mulai tak tahan untuk kusimpan terlalu lama.

Apa aku masih bisa memanggilmu dengan panggilan sayang ? apa aku masih bisa sekali saja mengecup keningmu, mengatakan sekali lagi bahwa aku benar mencintaimu agar kamu bisa menyakininya dan bisa lebih menghargaiku? Cintaku? Bisa ?

24 oktober kamu menyakini hatiku bahwa aku tak pantas berada lama dihatimu. Ya, kamu mengatakannya. Mengatakan hal yang dari dulu kutakuti jika kamu berani mengatakannya dan sekarang aku mendengarkannya langsung dari ucapanmu sendiri.

“Kita putus !”

Itu saja yang kudengar diakhir cerita kita hari ini. Kamu menyelesaikan semuanya tanpa berpikir panjang bahwa aku bisa saja lebih terluka lagi dengan keputusanmu ini. Aku segaja tak menanyakan apa alasanmu membubarkan hubungan kita ini karena pasti jawabannya sama, karena “dia”.
Ini sesak didadaku makin terasa dampaknya, serasa seperti ada atom yang meledak disini. Mematikan itu yang kurasakan sekarang bahkan air mataku tak kunjung berhenti juga. Sial ! kenapa aku bisa seperih ini ? mungkin karena takaran cintaku padamu yang sudah diluar batas jadinya seperti ini rasanya.

Kamu, aku tak tahu apa pria itu bisa sama seperti hatiku yang masih saja bisa bersabar, bertahan dan terus mencintai  bila kamu menyakiti hatinya. Aku tak tahu apa dia bisa sepertiku atau lebih dariku, aku tak tahu. Tapi yang pasti jika kelak pria itu menyakiti hatimu (lagi) kumohon jangan mencariku dan memberitahukan hal itu padaku karena sebelumnya aku sudah pernah menahanmu untuk jatuh cinta saja padaku. Jika nanti juga kamu merasakan sakit karenanya jangan juga mencariku untuk menghiburmu dan mendengarkanmu bercerita tentangnya lagi, jangan. Itu percuma karena yang ada sekarang aku sudah begitu sangat membencimu, terlalu sangat sayang. Sangat.

14 komentar:

  1. blog km sudah ak follow, gantian follow back y :)

    BalasHapus
  2. wah, hal2 begini,
    seperti cinta lah, rindu lah,
    yang sulit diterima logika saya, haha

    BalasHapus
  3. beberapa kali ane udah baca artikel kamu, dan isinya nusuk semua,,,, sabar ya, masih ada yang lain kok, termasuk komentator ini, hahah

    BalasHapus
  4. hihihihi.. semua yang saya tuis ini fiksi bro :)

    BalasHapus
  5. so, georgeus fiction!! udah bikin buku ea...

    BalasHapus
  6. yes :)
    bukunya masih sementara diproses.. hihihihi

    BalasHapus
  7. fiksi y keren,.,
    nice fiksi post,., hee, berantakan

    BalasHapus
  8. keren fiksinya!
    pingin bisa nulis fiksi yang nusuk gini.. :)

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum...salam kenal yo..

    BalasHapus
  10. karena memang sudah kodrati.. laki-laki dan perempuan berbeda :(

    BalasHapus
  11. ini fiksi kah? atau beneran? :O

    BalasHapus
  12. wah bisa belajar nulis di sini nih O,O

    BalasHapus
  13. salam kenal aja gan info nya sangat bagus dann sangat menarik nie gan ,,,,,,,,

    BalasHapus

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)