Maaf. Aku lagi-lagi mengeluh padamu tentang kejenuhan ini,
tentang rasa tak nyaman ini dan tentang bagaimana aku resah dengan segala
aturanmu. Mungkin aku lelah (mungkin). Aku lelah bila harus terlalu lama
menunggumu dengan tempo waktu yang kamu tentukan sangatlah lama. Aku juga
merasa sangat lelah bila harus terus mendengarkan isi ceritamu yang dalamnya
berisi tentang, bagaimana aku harus menunggumu, menunggumu, menunggumu dan
terus seperti itu.
Dan kamu sendiri, sudahkah kamu merasakan lelah yang teramat
lelah bila harus sepertiku? Seperti berada di posisiku? jika belum, lebih
baiknya kamu jangan pernah merasakannya karena rasanya sangat menjengkelkan dan
aku beranggapan kamu sendiri tak bisa melakukannya seperti yang kulakukan saat
ini. Tapi sepertinya, aku tak’an melakukannya lagi. aku sudah memutuskan ini,
mungkin harus membuat jeda diantara
hubungan kita, ahh.. bukan mungkin lagi tapi H.A.R.U.S ! aku harus
melakukannya. Melepaskanmu, membiarkan kamu pergi dengan setumpuk janji-janjimu
dan sekarang aku akan pergi (lagi) mencari sosok penggantimu yang sudah pasti
itu belahan jiwaku. (pasti).
pertamax g ea *apadeh
BalasHapusjika lelah berhentilah sesaat :)
hahaha.. berhentilah sesaat tapi setelah berhenti berharap bukan org sebelumnya yg ditarik untuk berjalan bersama lg :)
Hapuslepas lelah dulu... introspeksi dan merenung. siapa tau ada jalan yang lebih baik.
BalasHapusterima kasih pak.. walo ini fiksi mungkin saya kan simpan kata2 bapak saat nanti saya mengalami hal demikian :) thanks..
Hapusbelum pasti juga mbak sebagai balahan jiwa
BalasHapuskalo lelaki yang berikutnya belum pasti, pasti kan lebih berusaha untuk menyakinkan hati yang selanjutnya lagi :D
Hapusgue mengerti apa yang ai rasa..
BalasHapustetep semangat yoo!
isnan ini fiksi :(
Hapuslumayan mupeng ni hati dari tadi bls coment yang dianggap ini cerita pribadi :)
aku baik2 saja, ini fiksi dear. lihat labelnya :D
But so thanks untuk kata semangatnya, aku suka.. :)
AWKWKAKAWKAWKWAK gua ngakak luar dalem..
Hapuskarena gw oon tentang fiksi..
musti belajar deh sama ai *jitak pala sendiri*
muhun muup
hahaha,, iya iaya isnan :)
Hapusehh klo mampir ke blog ini.. sy ga tau mau koment apa..
BalasHapuskok gitu? :)
Hapuswkakwak
Hapuspada dasarnya lelaki kaku tentang fiksi(mungkin). butuh penyesuaian Ai..
hehe.. sotoy deh gue..
yaa sy kurang bisa koment ke post post ttg story story gitu dehh..
Hapusit's okeh :)
Hapusdengan berkunjung ato baca saja saya sudah berterima kasih, senang :)
kenapa diriku ini ngak pernah ngerti ama blog cw yak T_T
BalasHapushahaha. tapi kenapa cwe bisa ngerti dengan blog cwo yaa.. :D
HapusWaduh. BERAT. Aku masih belum mengerti cinta :)) *Cinta dalam tanda kutip yah*
BalasHapushahaha.. ywdh bykin belajar artinya yah :D
Hapussetuju, kalau lelah lebih baik menjauh dulu.. merenungkan kebersamaan dan menanti rindu itu datang, tapi kalau rindu itu tak datang.. mungkin jadi isyarat untuk menghentikan hubungan itu
BalasHapusatas gue pakarnya...
Hapusempunya :D
Hapuskemudian makan terus tidur :D
BalasHapusMerenung terkdang perlu tp tetep harus bngkit...
BalasHapusEsok pasti lebih baik ...
nice artikel, kunjungan baliknya mbaaakk...
BalasHapusKalau sudah lelah, berhentilah sejenak.. Siapkan waktu dan tenaga untuk menghadapi (menunggunya :D ahihihi) dan bangkit lagi.. tetep semangat Aii :))
BalasHapusIstirahatlah sejenak denganku.....hehehehe
BalasHapuskalau lelah istirahat aja dulu:)
BalasHapusHehehe, ndak ngerti :P
BalasHapusKabur ahhh~
Kalau lelah, makan dlu tuh, ada mie ayam Special rasa cinta
BalasHapus#heheeh I Am Just Kiding :D
rehat sejenak, walau waktu memaksa untuk jalan terus.
BalasHapusdalam istirahatnya pulihkan tenaga dan atur ulang lagi rencana
mungkin jalan keluar akan bertemu dengan engkau.
salam kenal dengan penulis postingan ini
menyentuh tulisannya apa lagi ditambah dengan alunan
musiknya.
lihat di pojokan labelnya : fiksi.. :D
BalasHapusgak jadi ah komentar aneh2.. :D
ketika aku lelah langkahku terhenti, bukan berarti aku kalah. aku hanya sejenak mengatur napas dengan mengumpulkan kekuatan terpusat di telapak kaki ku agar aku kelak bisa lebih tegar dan mencegah jika suatu saat kamu berlari meninggalkanku..
BalasHapuslelaaah menghiung hari,,, hari dmi hari??bulan demi bulan???? eh ternyata gagal dwech.. heheheeeee
BalasHapuskunjungan perdana gan,,, sekalian salam kenal & followback
Saya tidak percaya, mungkin sampai kapanpun gak akan percaya jika dalam satu karya fiksi seseorang tidak terselip "pengalaman" pribadi, atau setidaknya semacam "harapan" ideal tentang satu kondisi.
BalasHapushmm, gmana nis?
hahaha... kali ini aku setuju mbak :)
Hapuskadang ada satu, dua kalimat dari pengamalan pribadi ato isi hati sendiri yang selalu diluangkan kesini tapi yah tetep pasti kebanyakan fiksinya :D
sama aku juga lelah blogwalking :D
BalasHapusoke support terus menanti kehadiran entri terbaru dari Ai..
BalasHapushappy blogwalking :D
sedihnya
BalasHapusokesip!
BalasHapuscari ganti yg jauh lebih baik.. that's how I mend my broken heart hiihihi
salam kenal :D
BalasHapusweee...kok komenku gak ada ya? Padahal ingat banget sdh baca postingan yg ini 2 hr lalu.
BalasHapusYa udah deh, njawab pertanyaannya saja : di poin 2 itu, bikin postingan yg ada kaitannya dgn entry puisi di blog saya MBak. bentuk tulisan bebas kok..asaal 100-200 kata saja cukup. hehehe
saatnya keputusan mesti harus dikatakan ya, Mbak?
BalasHapuslelah berkata dan diam adalah teriakanku..:)
BalasHapusKunjungan blogwalking.
Sukses selalu..
kembali tak lupa mengundang juga rekan blogger
Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"
Salam Bahagia
fiksi yang sedih
BalasHapushiks..... hiks....
sambil menyeka air mata
dan membersihkan hidung yang berair
karena membaca cerita ini
fiksi -..-
BalasHapusBlog nak sulawesi utara ni.....tulisanya mantap, bagus-bagus semua.
BalasHapuskunjungi balik ya blog nak sulawesi tangah....
thenk.....lam kenal.
Adekku yang cantik ini tambah kinclong aja tulisannya. *kasih jempol
BalasHapus