Jumat, 29 Juni 2012

lembaran ke 107, tentangmu.

Aku akan menuliskan beberapa kalimat didalam paragraf ini, segaja aku menulisnya karena sudah jelas aku kesulitan untuk menjelaskan padamu lebih detail lagi. ini bukan tulisan biasa yang isinya hanya sepenggal kata-kata puisi ringan atau cerita fiksi biasa yang kamu baca di halaman blogku, lalu setelah membacanya kamu kan berkata padaku bahwa tulisan itu ‘indah’. Tidak ! ini bukan itu. Sekali lagi kuberitahukan ini bukan tentang cerita-cerita itu, tapi isi tulisan ini lagi-lagi menceritakan kornologis asal mula mengapa perasaanku terjadi padamu dan mengapa sampai sekarang aku kesulitan untuk mengatakannya padamu secara langsung dan tetap seperti ini. Berlama-lama memendam rasa lalu hanya mengunakan lembaran demi lembaran kertas-kertas putih ini sebagai media aku mengutarahkan padamu. (ya, kalau-kalau saja nanti kamu sempat membacanya).

Aku masih menuliskan kata ‘AKU MENCINTAIMU’ dilembaran ini (dan semoga kamu membacanya). Kali ini aku sedang menuliskan kembali awal mula aku diberikan kesempatan bertatap wajah denganmu dengan jarak satu meter di wedding party itu, (atau bahkan kurang dari satu meter aku menatapmu. Entahlah!) yang pasti aku bisa dengan lebih jelas lagi melihat kamu mengenakan long dress berwarna merah, rambut panjangmu yang dibiarkan tergurai, bola matamu yang hitam kecoklatan, bibirmu yang merah dan itu aku melihat lesung pipimu saat kamu tersenyum memandangiku. Ahh.. kuberitahu disini ya, senyumanmu itu cantik sekali (sungguh). Jadi jangan heran mengapa aku begitu cepat menyimpan rasa padamu di dua tahun yang lalu itu hingga sekarang tak pernah surut rasaku dan belum-belum juga punya keberanian yang banyak untuk mengatakan padamu bagaimana kondisi hatiku sekarang semenjak bertemu denganmu.
Tapi jika kamu ingin menanyakan padaku sekarang apa alasanku mencintaimu, pasti alasannya sudah lain dari sebelumnya dan aku kan menjawab ini ‘awalnya cantikmu aku terpesona. Tapi sekarang hatimu’ (cukup seperti itu saja alasanku sekarang sampai nanti).

Tentang kamu mencintai anak kecil itu juga sangat aku suka. Aku suka bila melihatmu berlama-lama bermain, bercanda tawa dengan mereka. Saat itu kamu kan jauh terlihat lebih mempesona lagi saat mereka menumpahkan minuman ke pakaianmu dan kamu hanya tersenyum saja, memeluk mereka, mencium pipi mereka, menyakinkan mereka bahwa kamu tidak memarahi mereka. Ahh.. itu hal yang paling luar biasa yang ku tahu dari sifatmu di dua tahun kebersamaan persahabatn kita ini.

Dan ada juga, aku menyukai sifat sosialmu itu. Aku suka bila kamu mengajakku untuk berkunjung ke panti apa saja, aku suka caramu yang selalu bisa menolong orang lain tanpa melihat dari mana asal, keturunan dan agama mereka. Aku suka segala tentangmu jadi setelah nanti kamu membaca ini, kamu kan mulai tahu apa-apa saja yang membuat aku terpesona akan sosokmu.
Lalu tentang masakan buatanmu itu, aku suka sup wortel yang biasa kamu antarkan kerumahku. Itu rasanya lebih enak dibandingan masakan bibi di rumahku dan juga perkedel ikan buatanmu itu ditambah coffe kental dan brownies kukus, hahaha.. aku sedang membayangkan lagi disini betapa enaknya masakanmu itu. Sekarang apa lagi yang kurang darimu? Yang kurang tinggal aku saja yang masih berlama-lama menyimpan rasa ini dan tak punya banyak energi untuk mengatakan padamu (maaf).
Tapi, jika nanti entah kapan saja kamu menemukan lembaran demi lembaran ini yang jumlahnya sudah 107 lembaran, maukah kamu memberiku kesempatan semenit saja untuk mengungkapkannya?
Tapi begini saja setelah menulis lembaran ke 107 ini aku kan segera bertemu denganmu secepatnya, membawa tulisan-tulisan ini lalu mengungkapkan semuanya padamu. Bagaimana? Aku tak peduli dengan isi jawabanmu nanti seperti apa, asal kamu bisa mendengarkan apa yang kukatakan sampai selesai dan hatiku lega setelah 2 tahun lamanya menyimpan rahasia ini. Bisakah?

Ini aku sudah selesai menulis tentangmu dan sekarang sedang bersiap-siap untuk segera bertemu denganmu di cafee yang berdekatan dengan pantai yang biasa kita kunjungi. Kali ini bukan aku yang mengajakmu untuk bertemu tapi kali ini kamu yang memintaku untuk segera bertemu denganmu secepatnya. Seperti ada yang ingin kamu sampaikan padaku, tapi apa? Apa mungkin maksud kita sekarang sama? Sama-sama ingin mengungkapkan rasa dan.. hahaha aku tertawa kencang saat sedang mengenakan kemeja didepan cermin. (oia.. kemeja ini darimu kan? Kamu membelikannya padaku saat tiga bulan yang lalu kamu berkunjung ke kota kelahiran ibumu dan sekarang aku mengenakannya).

Tiba di cafee ini, aku melihatmu mengenakan long dress berwarna putih bergaris cokelat dengan dandananmu yang ditata ringan dan itu cantik. Aku mempersilakanmu berbicara duluan karena dari ekspresimu kamu terlihat bahagia sekali sampai-sampai senyumanmu itu terus saja keluar.
Sekarang ceritakan saja apa yang ingin kamu ceritakan padaku dan selesai kamu menceritakannya aku kan menceritakan padamu lagi apa yang kurasakan padamu saat selama ini. Ayo ceritakan saja, aku mulai penasaran dengan isi senyuman itu yang bahagianya hingga aku bisa merasakannya.

Kamu pun akhirnya mengatakan padaku bahwa sejam yang lalu ada seorang pria yang lebih hebat dariku mengungkapkan perasaannya padamu. Senyumku tiba-tiba saja membeku saat mendengar kalimat itu. Ada rasa bergetar yang lumayan kencang merasuk isi jantungku, bahkan detakannya mulai tak beraturan saat kamu mulai mengdeskripsikan lebih detail lagi bagaimana sosok pria itu. Dalam mataku memanas saat melihat senyummu itu, tolong hentikan saja cerita tentangnya karena aku termasuk dalam daftar pria yang lemah dalam hal seperti ini.
Akhirnya aku bisa juga mengucapkan kata ‘selamat’ padamu walau nyatanya lirih hatiku sedang memanas rasanya. Ahh.. pulanglah sekarang, aku belum bisa mengatakan apa yang ingin aku katakan padamu seperti yang kurencanakan tadi. Aku belum bisa mengatakan aku mencintaimu saat ini karena aku tidak ingin membuat jeda diantara hubungan baik kita ini. Sudahlah.. tak apa seperti ini dulu. Aku masih sanggup menyabarkan hatiku lalu berbahagia lagi untukmu. 

Hahaha.. aku menangis juga saat membiarkanmu pergi meninggalkan tempat ini bersamanya, sial ! aku juga kan segera pulang, segera kan merobek 107 lembaran itu, membakarnya lalu membuang abunya tapi kamu tahu? Saat melihat lembaran itu lagi, yang ada aku tampil seperti pria cenggeng lagi. menangis lalu terus menangis megiringi bahagiamu hari ini. Kamu, nanti bila dia berhenti mencintaimu tolong kabari aku lagi. aku kan kembali mengumpulkan energi ku untuk lagi mengejarmu dan lebih berani mengungkapkannya padamu. Lembaran ke 107 ini, aku kan terus menyimpannya hingga nanti tiba saatnya aku kan memberikannya padamu untuk kamu membacanya lagi dan merenungkan bahwa seperti itulah aku mencintaimu.

56 komentar:

  1. Cerita seorang sahabat yang tidak pernah berani mengutarakan perasaannya, pada suatu hari gadis yang ia sukai mendapatkan pria lain ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma mau coment, makasih untuk rumah baru saya bang :D

      Hapus
  2. ehh dah ganti judul blogg
    hadir untuk meramaikan suasana
    [waktu kepepet di warnet nihh]

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehh salut kamu buat post dgn kata2 sendiriii....apa lagii yg panjang2 bgituann...
      klo sy ga bisa.... sudah sangat untuk membuat post dgn kata2 sendiriii....
      yya itu dikarenakan kebiasaan copas copas muluu....

      Hapus
    2. makasih sob.. mari kita sama-sama belajar nulis posting lbh baik lg.
      dan bukan panjang-pendek postingnya sob tapi gimana kita bisa nulis sesuatu hal yg penting dn bermamfaat :)

      Hapus
  3. kenapa ga dikasih aja lembaran2 itu, biarlah nanti dia yang memutuskan akan dibawa ke mana persahabatan mereka.. hehe suka gemes pada orang yang tidak berani mengungkapkan perasaan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha da mau ngasih saat itu juga kak tapi yah belum dikasih cewenya da ngomong duluan deh :)

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. seperti nya kamu benar2 mencintai nya setulus hati.......
    aku doakan semoga dia akan tau akan betapa besar cinta kmu ke dia..^_^

    BalasHapus
  6. mencintai setulus hati kadang makan hati.
    mengungkapkan perasaan kadang memang menakutkan bagi sementara orang ya... hingga terbitlah kekecewaan.
    bagus, unik temanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang membuat makan hati saat kita sulit mengkomunikasikan apa yang kita rasakan kan pak :)

      thanks pak..

      Hapus
  7. kenapa gak disampein secara langsung aja sih?
    nanti nyesel loh.. ;p

    btw, salam kenal ya.. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah nyesel tuh :D

      oke salam kenal juga arif :)

      Hapus
  8. Menarik ^^ setiap memiliki perasaan pada seseorang aku harus langsung mengatakannya ^^ belajar dari tulisan ini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. that's true dy :)
      aku juga selalu berpikir seperti itu, takut telat jadi sebisa apa yg harus diomongin aku jelasin biar ujungnya ngk ribrt :)

      Hapus
  9. Kunjungan pertama di blog ini, tolong dilike ya, artikel yg menarik semoga makin rame pagenya :)

    Btw temen2, mungkin temen2 disini ada yg dah pernah nyobain game online MMORPG PUTRA LANGIT ??, jadi gini aku baru-baru ini main game gokil keren ini neh - PUTRA LANGIT ONLINE - dah nyobain wa waktu itu pas masa alpha test gameplay-nya addicted banget loh banyak fitur menarik, klo mo tau lebih lanjut masuk aja fanspagenya di -> http://www.facebook.com/putralangit.online, dan MICROSITE-nya => http://putralangit.capple.net/microsite/ , game ini diangkat dari komik terkenal TONY WONG "LEGENDA PUTRA LANGIT" yang terkenal itu loh, cekidot aja biar lebih jelasnya di link2 yg ane kasih klo suka jangan lupa di like yo

    BalasHapus
  10. Lembaran ke 107 ini, aku kan terus menyimpannya hingga nanti tiba saatnya aku kan memberikannya padamu untuk kamu membacanya lagi dan merenungkan bahwa seperti itulah aku mencintaimu.

    :( bener2 dalam... mencegitu menyintaimu seperti ini ... begitu menyakitkan namun aku tetap suka rasa sakitoo ini. mencintaimu savekan kenangan indah tentang bagaimana cara ku mencintaimu...

    good nisa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhaha rasa sakitnya unyu si ya dil :)

      makasih dila :)

      Hapus
  11. belum sempat di ungkapkan, tapi sudah harus menahan perih ya niz...huhu...buat si cowok...mudah2an tabah ya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bun.. mudah2an bisa dapat yg lebih baik ato sang cwenya cepet balik kembali :D

      Hapus
  12. jangan hanya memendam perasaan curahkan biar lega

    BalasHapus
  13. ternyata sedang projek untuk mengganti tampilan blog.. :)

    maaf oot..:P

    BalasHapus
  14. tulisan yang bagus dan tulus. true story, kah? :)

    BalasHapus
  15. tulisan yg meresap ke sukma qolbu,,,
    tinggal jalin hubungan yg baik aja dengan dia ya,,
    jgn sampai rasa cinta yg ada malah menjadi benci,,,

    BalasHapus
  16. nulisnya pake hati banget.....
    btw, 107 lembar itu isinya apa aja

    BalasHapus
  17. isinya semua tentang wanita itu :)

    BalasHapus
  18. wehhh, ganti judul blog nih :))
    oya ada kalimat keren di atas tuh..

    maukah kamu memberiku kesempatan semenit saja untuk mengungkapkannya?

    jadi ingat pas nembak cewek dulu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iaa bang dayat..

      jiaahh iaa dulu2 jaman2 sekolah kalo ada temen yg ditembak cwo pasti kata gombal yg pertamanya kek gitu :D

      Hapus
    2. wahaha :D bener banget tuh :D

      memangnya mba Ai pernah di tembak cowo pake kata-kata itu yah ??
      hehehe

      Hapus
  19. hikss... kenapa gak bilang dari dulu kalo kamu suka aku... #eh..

    mba Ai.. rumah barunya bagus euy :)

    mba,, Nay pamit dari dunia blogger, maaf kalo ada salah ucap ame candaan..
    sukses untukmu mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. DAN KENAPA NAY HARUS PERGI SECARA MISTERIUS KEK GINI??

      kalo pun mau stop ngeblog, setidaknya kamu kan ngk perlu nutup akun fb ma twitt :(
      nanti gimana dgn komunikasi kita T.T

      Hapus
    2. iya setuju, kenapa fb sama twitternya ditutup juga? :(

      Hapus
    3. iya.. kan kalo ada apa-apa nay juga bisa jadiin kita tempat buat share segalanya siapa tahu kita bisa bantu sama-sama cari solusi. kalo nay kek gini kan kita juga ribet nyari apa penyebab nay gini sampe semua akun ditutup -__-

      Hapus
  20. Jadi teringat dengan kisahku sendiri. Aku dibelikan baju sama pacarku sampai tidak terhitung jumlahnya. Aku membaca postingan ini rasanya seperti aku membaca kisahku sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. trs bajunya masih ada bang? sampe skg masih dgn pacarnya or?

      Hapus
  21. makanya laen kali suruh nulisnya jgn di lembar kertas,,, kek gini ajja,, di blog.. biar bingung nyobeknya :( :p

    BalasHapus
  22. apakah akan ada lembaran ke 108 ataukah berhenti di lembar ke 107 saja...hmm biarkan waktu yang menjawabnya :)

    BalasHapus
  23. awalnya kukira cerita seorang wanita, ternyata masuk ke paragraf selanjutnya tentang pria yah. wah hebat sekali kamu menulisnya. how sweet and sad story

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks hima :)
      aku juga suka sama postingan2 kamu :)

      Hapus
  24. awalnya aku malah mikir ini certa cinta sesama jenis, haha, ternyata si aku di sini cowok ya?

    BalasHapus
  25. Balasan
    1. dan aku juga ngk sanggup ngalahin opini2 kamu gop :)

      Hapus
  26. izin nyimak ya blognya mantab dehhh

    BalasHapus
  27. sangat menarik
    mampir juga di blog saya www.justtshare.blogspot.com

    BalasHapus

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)