Senin, 12 Maret 2012

Surat untuk ISTRIku

“Hari ini tepatnya 92 hari aku berpisah darimu mah.. lebih tepatnya 3 bulan aku tak melihat wajah tulusmu itu didalam rumah ini setelah aku mengantikan dia dengan dirimu. Ada setumpuk rindu yang aku tahan disini, sejak aku memutuskan hal bodoh itu dengan menikah lagi dengan wanita lain,tanpa menceraikanmu dan memberi nafkah untukmu lagi.”

... MAH, dia tak sama sepertimu.. yang dulu saat pertama kali menikahimu kau mempersilakanku mencium kening dan jidadmu lalu membacakan ayat-ayat pendek yang katamu “agar aku bisa menjadi istri yang soleh dan barokah untukmu mas..”. kau menyuruhku lagi untuk memberitahu hal-hal yang kau suka dan tak suka.
DIA.. belum saja 2 kalimat kuucap,selimut sudah menutupi wajahnya dan tidur begitu saja.

MAH... dia tak sama sepertimu, yang saat aku masih tertidur lelap kau menutupi badanku dengan selimut tebal,mencium jidadku secara diam-diam.. dan saat aku bangun tidur pasti yang akan kau katakan “assalamualaikum suamiku” dengan senyuman khasmu itu.. cantik !
Pasti pula kan ada sepiring nasi goreng dan teh hangat buatanmu untukku dimeja itu,kau menemaniku sarapan mah.. dan kita bercerita banyak hal diruangan itu.
DIA.. tak pernah dia melakukan hal itu padaku mah.. saat pagi tiba aku bangun sendiri,tak ada salam atau ciuman hangat darinya yang seperti kau lakukan dulu untukku. Tak ada sarapan pagi darinya mah.. tak ada teh hangat atau apalah saja yang dibuatnya untukku menjelang pagi mah..
DIA.. hanya asyik dengan BBM,facebook dan akun twitternya. Satu bajuku pun tak pernah disetrikanya,kaos kaki yang sudah seminggu ku kenakan tak pernah digantikannya.. tak ada sosokmu didirinya mah.. tak ada...

MAH.. dia tak sama sepertimu, yang setiap sorenya saat aku pulang kerja pasti beberapa menu makanan sudah kau sajikan diatas meja makan. Kedua kakiku kau bilas dengan air hangat dan pasti kau kan memijat kedua bahuku yang kelelahan.
DIA.. setiap hari saat aku pulang kantor, yang tersedia diatas meja hanyalah makanan bungkus yang dibelikannya di warung depan rumah atau hanya beberapa mie instant yang harus aku masak sendiri. Dia tak pernah membilas kedua kakiku dengan air hangat mah.. yang ada setiap sorenya dia hanya sibuk dengan senan aerobik dan arisannya.

MAH.. pasti seminggu sekali aku kan tidur dipahamu kan? Kadua daun telingaku pasti kan kau bersihkan, 20 jari-jariku juga demikian pasti bersih . mah.. aku rindu kamu, aku rindu saat-saat seperti itu mah..
DIA.. tak pernah melakukan hal seperti itu mah.. yang kau lakukan untukku di 5tahun rumah tangga kita. Dia tak pernah mengurusiku mah.. lihatlah mah, rambutku sudah memanjang hampir 3 bulan tak pernah dipangkas lagi. jari-jari kukuku mulai tak teramat,kupingku pun tak pernah kubersihkan lagi.
Lihatlah mah.. berat badanku menurun sekarang. Aku tampak kurus dan seperti orang jalanan saja. Aku kurang istirahat sekarang mah.. kerjaan kantorku tambah berantakan setiap harinya.. AKU MERINDUKANMU MAH..

“MAH.. aku masih mencintaimu,aku merindukan setiap detail yang ada pada dirimu mah. Bagaimana dengan keadaanmu sekarang mah?
Aku menyesal sungguh menyesal dengan keputusanku ini yang mengkhianati tulusnya cintamu dan lebih mendengarkan omongan keluargaku yang menentang pernikahan kita yang tak kunjung diberikan keturunan.
Mah.. aku masih sangat mencintaimu mah ! tak bisakah kau kembali padaku sekarang? Maafkan aku.. terimalah aku kembali padamu, tak’an kupeduli lagi dengan keturunan dan hal lainnya yang kubutuhkan sekarng dan juga nanti hanya kamu mah .... !
Mah... aku mengirimkan surat ini lewat ibumu, dan sampai sekarang ibu tak pernah memberitahukan keberadaanmu sekarang dimana.
Kembalilah mah.. aku akan melepaskannya dan memintamu agar bisa mencintaiku sekali lagi”


#bersambung!!!
Menunggu surat balasan dari sang istri !!

13 komentar:

  1. sesuatu baru terasa begitu berarti dan di rindukan saat sudah tak ada di samping kita yah...

    ini bersambung ya niza...? di tunggu kelanjutannya deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah begitulah pun, iya bun bersambung.. nnti aku posting sambungan blsannya lg :)

      Hapus
  2. Subhanallah semoga suatu saat dapet istri yang seperti dikirimin surat bukan yang sekarang amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah bang..aku bantu aminkan, AMINNNN :)

      Hapus
  3. saya tidak tahu musti komentar apa,, saya juga bingung mau nulis apa,, karena saya tidak membaca postingannya,, hehehehehehehehehehe,, namun tulisan ini cukup membuktikan bahwa saya suka ama blog ini dan hari ini, senin tgl 12 maret jam 17:55 saya telah berkunjung disini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hohohohoho yah it's okeh :)
      thanks kunjungannya yah....

      Hapus
  4. widih keren ceritanya serius , udah gitu kontiniti lagi ada surat balesannya keren jadi minder gue hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi.. mksih yah mas, thanks untuk kunjungannya :)

      Hapus
  5. Subhanallah, langsung saya kasih ke pacar saya hahaha

    BalasHapus
  6. Duh ..
    bagus nih postingannya ..
    memang kita terkadang baru menyadari arti kehadiran seseorang saat kehilangannyaa ..

    salam kenal ..
    komen perdana nih ..

    salam kumis :D
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yah ^^
      mksih kunjungannya juga

      salam jenggot hohohoh

      Hapus

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)