Selasa, 15 Mei 2012

KAMU, aku belum bisa melupa !



Ruangan ini bernama RINDU. Didalamnya masih berisi tentangmu, bahkan sampai sekarang saat aku menyempatkan waktuku berkunjung diruangan ini pasti seisi ruangan ini hanya akan bercerita tentangmu dengan segala kenangan yang sempat kau tinggalkan disini. Diruang ini.
Aku ini bodoh. Sudah kau tinggalkan tapi masih terus beranggapan kau ada dan menemani. Buktinya lihatlah aku malah selalu betah berlama-lama diruangan ini, memandangi foto-foto kita saat bersama dulu lalu tersenyum dan tiba-tiba dalam mataku mulai berkaca dan sedikit demi sedikit tetesan airmata itu jatuh dengan begitu saja dan ternyata merasa rindu itu nyeri rasanya. (sungguh). Aku terus duduk disofa tua ini yang mulai berdebu halus, membuka setiap album yang berisi wajah cantikmu itu. Lihatlah..kau terlihat jauh cantik difoto ini, lesung pipimu nampak dan pipimu yang berisi itu menambah nilai cantikmu. Aku memotretmu saat wisudamu di 3 tahun yang lalu. Kau mengenakan kebaya putih dan diingat beberapa kali kau berkata padaku bahwa hari itu adalah hari terindahmu. Akupun tentu bahagia karena senyummu itu yang selalu membuat suasanaku selalu hidup dan ahh aku kecanduan senyumanmu itu.

Aku menghapus airmataku dan berpindah keruangan yang lain. Ruangan berikutnya aku bertemu dengan cangkir biru yang biasa kau gunakan untuk membuat coffe kentalku dengan takaran gula dua sendok makan. Aku menyukai coffe buatanmu hingga sehari bisa sampai tiga kali aku memintamu untuk membuatkannya lagi dan sebagai bayarannya kau memintaku membuatkanmu beberapa puisi. Ahh.. romantis sekali. Dan anehnya sampai sekarang pun disaat semuanya harus sepi aku tak pernah merasakan aroma coffe lagi. lucu kan?

Aku masih mengelilingi ruangan ini bertemu dengan gitar tua yang biasa kumainkan sinarnya untuk mengiringi suara merdumu itu bernyanyi lalu kau kan memintaku untuk menyanyikanmu beberapa lagu lagi hingga kau lelah dan tertidur dipundak kiriku.
Aku juga berkunjung keruangan berikutnya, ruangan yang bisa dikatakan penuh dengan dirimu. Ya.. bunga mawar merah,dvd dan boneka kesayanganmu ada diruangan ini. Dan setiap minggunya aku pasti kan berkunjung keruangan ini menggantikan bunga itu yang hampir mengering. Disini aku memutar kembali rekaman vidio saat aku mengrekammu dipantai kuta Bali setahun yang lalu. Dividio yang berdurasi 9 menit 32 detik ini aku lagi-lagi harus menangis untuk yang kesekian kalinya. Melihat senyummu itu,gerak-gerikmu direkaman ini aku sampai menangis segitu sedihnya.

Hey..aku rindu. Tak bisakah kau pulang sebentar kehatiku untuk memelukku? Pulanglah sebentar untuk melihatku walau durasinya hanya semenit saja. Pulanglah sebentar kesini menyakinkanku lagi dan demi Tuhan aku pasti kan memaafkanmu dan menerimamu pulang kembali. Aku belum bisa tahu apa itu melupakanmu,apa itu melepaskanmu jadi kembalilah. Sekarang.
Tapi saat aku melangkah keruangan berikutnya,tubuhku kaku begitu saja. Diam dan hanya memandang satu titik arah yang tertujuh pada kertas putih itu. Ini bukan sembarang kertas biasa tapi ternyata ini undangan. Undangan pernikahanmu dengan dia Pria itu yang mencuri hatimu dariku. Coba kau lihat seluruh tubuhku masih gemetaran,air yang kusimpan dipelipis mata kanan dan kiriku jatuh sudah dan lebih deras airmatanya dibanding beberapa waktu yang lalu. Oh Tuhan ini sakit rupanya tapi bagaimana dengan hatiku? Aku diam..hingga masih susah untuk menjawab apa aku bisa menghadiri acara pernikahanmu itu atau tidak.

63 komentar:

  1. pertamax ...hehe :D
    kunjungan perdana..
    jwabnya kayanya Tidak menghadiri prnikahan ,, hikhik :D
    saya jadi inget masa lalu wktu mntan pcr menikah , datang ato ga ya ..? akhirnya kga datang deh .. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha.. kalo aku pasti dtg trs nyanyiin lagunya adel-someone like u.. wkwkwkwkwkwk

      Hapus
  2. ahhh sedih banget ceritanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. maaf yah mama da buat sedih.. :)

      Hapus
  3. wah sobat makasih yach karena belum bisa melupakanku, hehhehehe

    BalasHapus
  4. setelah di baca dengan seksama ceritany sedih juga sobat...

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. nanti kan aku cba blg ke pria itu yah.. :D

      Hapus
  6. aku tahu bagaimana perasaan si pria ini niz, pasti sedih banget ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bun..jarang loh ada pria seperti ini didunia nyata :)

      Hapus
  7. jangan kau lupakan kenangan indah bersamanya, karna itu sangatlah menyakitkan. simpan sebagai kenangan bahwa kau pernah bahagia bersamanya.
    kunjungan perdana...mampir ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepp....
      segera berkunjung balik :)

      Hapus
  8. wahhh galau banget nih :D, gua juga pernah merasakan yang dirasakan cowo itu :D

    tapi sekarang udah gak, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah..syukurlah bang dayat.. move on itu sangat diperlukan yah.. :)

      Hapus
  9. teung teung teung, ini karena kebanyakan kenangan yak. jadi kalau pacaran belum sampai titik jelas. gak usah diabadikan dulu dah kekekee

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha.. makanya kalo cinta jgn terlalu penuh cintanya tapi sisipkan sedikit tempat untuk ikhlas saat yg dicinta hrs pergi :)

      Hapus
  10. Setelah membaca jadi ikutan sedih sob

    salam kenal n sekalian izin follow ya

    BalasHapus
  11. wooo... aku sebagai pria tau lahhh perasaannya :'))

    BalasHapus
  12. romantis banget......... penulisnya cantik lagi, semoga ja tercapai semua harapannya
    salam kenal

    BalasHapus
  13. Dateng aja ai, jangan sampai ga dateng ke acara nikahan dia *ceritanya diambil hati ma saya ;P

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. ai pasti dtg buat makan gratis kan? hahaha

      Hapus
  14. sarnisa jangan kebanyakan ngopi juga lo. harus diimbangin sama lari pagi tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha..nanti aku bilangin ke prianya ya ziz :)

      Hapus
  15. Asik-asik banget tulisannya! Masih tentang Cinta atau galau niH?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih wan :) masih tetep cinta yg galau wan :)

      Hapus
  16. nice post dek... :D aku suka

    BalasHapus
  17. oh pangeran dimana kamu. aku ingin bertemu. kembalilah kepadaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah..ni lirick lagu princess kan? :D

      Hapus
  18. semoga saja kamu bisa hadir dalam pesta itu...............

    BalasHapus
  19. Artikel dari Blog ini lah yang selalu membuat aku RINDU, ingin selalu berkunjung. Hehehe :D

    BalasHapus
  20. cowoknya harus belajar ilmu iklas ni, biar bisa mengiklaskan sesuatu yang tidak mungkin diraih lagi ,,hehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha yah gtulah kadang cinta selalu ngelumpuhin logika kita :)

      Hapus
  21. kamu tidak bodoh sebab cinta itu tidak pernah hilang ia hanya tersimpan.. rindu itu indah biarkan ia mengalir sampai ke muaranya..

    BalasHapus
  22. kamu tidak bodoh sebab cinta itu tidak pernah hilang ia hanya tersimpan.. rindu itu indah biarkan ia mengalir sampai ke muaranya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa rindu itu masih ngeyangkut dengan hujan dan tali yg putus?? :D

      Hapus
  23. tapi lalu aku memutuskan untuk datang, aku ingin kau tahu bahwa aku kuat, walau melihatmu bersamanya akan sangat menyakitkan, aku ingin melihat wajah cantikmu, senyum manismu dan menjabat tanganmu yang lembut. mungkin saat itulah kita terakhir bertemu karena setelah itu aku akan mengubah ruangan ini, mengosongkannya dan mencari rindu baru yang siap menerimaku #eaaa :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti aku buat kelanjutannya make kata2 dari kakak ini :)

      Hapus
  24. Hadir disini lagi mba nizza :-)

    happy blogging yah :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yah bang dayat.. happy blogging to.. *morning :)

      Hapus
  25. Wah tulisannya penggalauan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga initiative tidak terjadi dengan kita :)

      Hapus
  26. Rindu, satu hal dengan berjuta interpretasi. Dan, aku suka caramu mengilustrasikan ini. ^_^

    BalasHapus
  27. kaaakk ini bagus bangeettt..
    kayaknya aku hampir nangis bacanya XD
    kerasa banget sakit hatinya. kasian ya ;;

    ini apa ya kak namnya? cerpen?

    BalasHapus
    Balasan
    1. peluk adlina..biar ngk nangis :)

      ini fiksi dear :)

      Hapus
  28. Aku selalu berharap pria itu bukan diriku...walau hanya harapan aku ingin tetep seperti itu..

    BalasHapus
  29. http://ceritaanakingusan*blogspot*com/
    jangan lupa mampir balik n follow 22.a ia gan thx before
    ganti [*] dengan [.]
    oia sekalian tukeran links gmn?

    nice mampir balik n follow gan jangan lupa tukeran links ya.

    BalasHapus
  30. yaww,

    nana pikir mereka uda nikah, terus cewe itu mati
    ternyata endingnya beda

    cerita yang bagus mbak, izin follow ya mbak.
    kaloberkenan, kunjungi balek ya mbak yaaa

    BalasHapus

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)