Selasa, 05 Juni 2012

2 tahun terpanjangku (tanpamu)



Hari ini aku melakukannya lagi. Memikirkanmu yang sudah 2 tahun lamanya beranjak jauh dari duniaku. Ini jelas bukan kesalahanmu tapi ini K.E.S.A.L.A.H.A.N terbesarku karena tidak memilihmu menjadi pendamping hidupku.
Hari ini aku melakukannya lagi(mengingatmu) dengan cara mencoba mengkosongkan isi pikiranku dan ohh.. (aku menarik nafas panjang), lihatlah air mataku tiba-tiba menetes begitu saja saat aku mulai mengingat dirimu lagi. disini terbayang lagi kapan terakhir senyum tawamu itu keluar dan yang lebih membuatku sakit sekarang ialah saat aku terbayang kembali tangis sendumu itu diacara pernikahanku 2 tahun yang lalu bersama dia (pria pilihan kedua orang tuaku).
Ini aku mengingat kembali setumpuk rasa sesalmu itu yang pernah kecewa akan tingkahku yang mendustai 5 tahun kebersamaan kita dulu. ini aku mengingatnya kembali dan tiba-tiba saja dadaku terasa nyeri dan sesak rupanya,ahh..apa kamu masih membenciku?

Hey...dengarkan aku untuk beberapa menit saja. Dia, tidak sama sepertimu sungguh. Dia tidak pernah menanyakan kabarku saat sehari penuh kami tak bertemu karena kesibukan pekerjaannya. Dia tidak pernah menelephone atau mengirimkan pesan singkat ke handphoneku sekedar berkata "i love you". Dia tidak pernah mau mencicipi masakan buatanku dan membiarkan aku menunggu sampai larut malam di meja makan ini. Dia tak pernah menyuruhku membuatkannya secangkir teh atau cofee atau memintaku menemaninya menonton,jalan-jalan atau hal sederhana lainnya.
Dia tidak sama sepertimu dan itu menjadi sesalku yang pertama bahkan yang paling besar untuk kurenungkan sekarang. Dia tidak sama sepertimu yang selalu saja mengerti setiap detail tentangku. Dia tidak.. tidak sama sepertimu. Dia berbeda dengan hatimu bukan?bahkan sangat,sangat beda!

Lihatlah.. aku sekarang tidak sebahagia seperti yang kamu prediksikan waktu itu. di 2 tahun terpanjang ini, bisakah aku memintamu kembali pulang kehatiku? akan kubuat kamu merasa senyaman mungkin,akan kubuat kamu tak merasakan rasa sakit dan perih itu lagi (sungguh). bisa?
Tapi ahh... sudahlah aku takut sekarang bila nanti tahu-tahu aku sadar sendiri kamu sudah memiliki tempat kebahagianmu sendiri, aku takut bila sakit ini bertambah lagi,aku takut bila penyesalan ini melebihi dosis penyesalanmu waktu 2 tahun yang lalu itu.
sudahlah.. biar begini saja!


NB: Lagi ngilang ide fiksi beberapa hari ini dan meminta izin ke bang uzay buat nerusin ceritanya ^^
______
Sumber gambar: disini

39 komentar:

  1. Dialognya kurang, Nona! Ini baru prolog aja atau gimana ya? Klimaksnya pun aku kurang nangkep. Keep writing! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku memang ngk terlalu suka fiksi didalamnya ada percakapan terlalu banyak di.. thanks buat sarannya :)

      Hapus
  2. nice post :) suka suka...
    diksi nya bagus, alurnya mantap, keren dehh

    BalasHapus
  3. jadii... Zahwa gak bahagiaa..? :( hiksss

    BalasHapus
  4. "AAAAAAAAAAA ternyata kamu tidak bahagisa seperti yang aku kira Zahwa" ketika Renji melihat zahwa melintas dengan keadaan yang kurang baik #eaaa kebawa suasana..

    Bagus niz =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya..sialnya renji malah mengira senyuman zahwa waktu itu adalah bahagia sesungguhnya padahal itu awall separuh bahkan seluruh hatinya hilang terbawa sesal.

      makasih juga bang buat ceritanya :)

      Hapus
    2. tinggal mencari tahu ada apa di balik perjodohan itu =D

      Hapus
  5. Ah Zahwa, ternyata pilihan orang tuamu tidak seperti Renji. JAuh berbeda. Apakah kau menyesal? Bagaimana dan Jika gabungkanlah. Bagaimana jika dulu aku menentang dan tetap mempertahankan Renji, pasti tidak akan sesepi ini hidupku. Hiks.

    Hihihi... aku ikutan sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. pilihan orang tua memang ada baiknya tapi pihak orang tua juga harus lebih bisa ngerti dgn hati anaknya karena setelah menikah yg akan menjalani rumah tangga bukan orang tua tapi kita :)

      Hapus
  6. tapi gimana dong udah terlanjur, waktu kan ga bisa diputar kembali :(
    nice aii :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tis..ngk ada juga yg menginginkan perceraian itu ada kan?
      jadi anggaplah ini pelajaran buat kita yg baru mau melangkah kesana. moga kita bisa memilih pasangan dengan hati kita bukan dengan mata org lain :)

      Hapus
  7. seolah hati adalah rumah saja....
    :P

    BalasHapus
  8. bang toyibnya ditelpon lah.. :D
    coba cek facebooknya juga..

    *lho?!

    BalasHapus
  9. namanya juga manusia setiap hari pasti melakukann kesalahan..

    BalasHapus
  10. bahagia akan datang pada waktunya dan indah pada waktunya sobat... ^_^

    BalasHapus
  11. bagus deh kalau ini fiksi-kirain lagi galau beneran :D

    BalasHapus
  12. aa, nice post <3
    btw, come and join my first giveaway on my blog, state a chance to win a light blue cropped shirt :)

    http://thisismyfashiontale.blogspot.com/2012/05/predanis-vintage-1-giveaway.html

    we can also follow each other if you mind
    see ya!

    BalasHapus
  13. ooo ini kisahnya zahwa sama renji ya? hmm di komen uzay sih aku udah bilang kalau zahwa tidak terlalu kuat untuk mempertahankan hubungan mereka, tapi nasi sudah menjadi bubur, carilah kebahagiaanmu sendiri zahwa :)

    BalasHapus
  14. jadi Zahwanya bagaimana ituuuu???
    *ikut histeris*

    BalasHapus
  15. wohohohoho ..
    GALAU ABIS Niz ..
    wkk
    gak berubah ye

    BalasHapus
  16. *ikutan nangis sama danbo*

    *nangis ga bisa nulis fiksi kayak gini :((((

    BalasHapus
  17. waaaaaahhhh.......kasian bangett mbk yaaaa.....tapi aku punya satu kata....tingalkan lah si dia dengan bismillah....cari penggantinya dengan bissmillah ...pasti indah....salam kenal....bahagia itu indah....

    BalasHapus
  18. Jangan sampai terlarut dalam masalah ini mbak anis ^_^
    saya juga pernah ngalamin hal yang kaya gini tapi saya kira bersedih dan sampai terlarut itu tidak ada gunanya...saya turut mendoakan semoga dia yang kamu maksud akan datang kembali dalam hatimu...amin.
    lam kenal neng aiini....hiburlah hatimu dan sayangilah diri sendiri ^_^

    BalasHapus
  19. semua orang pastilah pernah mengalaminya.
    tetapi tidak semua orang bisa mengambil segi positifnya.

    :D

    BalasHapus
  20. Aahh galau aku jadinya baca ini..
    hahhahaha..
    Untung fiksi..

    Ironis sekali qaqa :)
    Hahhahaa

    BalasHapus
  21. wah, ini fiksi ya? aku pikir betulan, hihihi :)

    BalasHapus
  22. hadir untuk meramaikan suasana
    blogwalking
    berkunjung.

    BalasHapus

selesai membaca, ayo tinggalkan kritik dan saran teman-teman :)