Kita berdua ini lucu, sama-sama saling menyukai tapi
sama-sama mahir menyimpan perasaan untuk tak saling mengetahui. Entahlah karena
apa kita seperti ini tapi yang pasti kita sedang bermain dua peran yang
sama-sama saling menguji rasa sampai dimana kita tetap bertahan diam seperti
ini atau do it ! (nanti).
Contohnya, seperi hal sederhana yang bisa kita lewati bersama, kamu
selalu memasakan sup bakso untukku saat weekand tiba dan sebagai ucapan terima
kasihnya yang kukatakan pasti hanya kata ‘Hm,
ya lumayanlah rasanya’
Jika sudah berkata seperti itu pasti kamu akan cemberut lalu
merampas supnya dan berkata ‘Aku nggak
akan masak sup bakso lagi buatmu !!’ dan itu sudah kalimat ke-25 kali kamu
mengatakannya dan sampai sekarang kamu masih bersedia memasakan sup bakso
untukku.
Hanya saja kamu tak
pernah tahu kan ? tiap kali kamu marah dan pergi kedepan meninggalkanku
sendirian dimeja makan aku pasti akan melanjutkan menghabiskan supnya karena
kamu tahu rasanya sup ini lebih enak dibandingkan aku harus duduk 15 menit
menikmati sup bakso diresto nyiur yang terkenal itu dan juga pernah aku mengajakmu
kesana. Jadi ketahuilah.. aku hanya kesulitan saja mengungkapkan kalimat yang
memujimu karena dengan begini saja jantungku sudah mulai berdetak tak karuan
dan aku sadar ini salah satu kebodohan terlucuku saat jatuh hati pada wanita
cantik sepertimu.
‘Kamu sudah pernah
dengar lirik lagunya Endah N rhesa ? yang judulnya When you love someone ?’
Katamu saat kita sedang dalam mobil, perjalanan menuju ke rumahmu. Aku menggeleng saat menjawabnya, seakan tak peduli dengan
apa yang kamu bicarakan. Hm,
sebenarnya bukan tak peduli tapi aku sedang berkosenterasi agar kamu tak cepat
menebak bahwa saat dikantor lagu yang sering kuputar berkali-kali itu adalah
lagu When you love someone dan
sialnya sepanjang jalan menuju rumahmu kamu menyanyikan bagian reff lagu itu dengan alasan agar aku
bisa tahu lagunya seperti apa..
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance to
Make your dreams come true.
Hahaha.. 20 menit terpanjang adalah saat mendengarmu
menyanyikan lagu itu dan Ahh..
rasanya seperti sedang ditampar oleh perasaanku sendiri karena setiap lirik
lagunya semua tentang kita bukan ? Lagi-lagi kebodohan terlucuku harus saja
hadir disaat seperti ini. Ya, aku kesulitan mengungkapkannya. Dan kamu tak pernah menyadarinya.
Dan sekarang aku menyesalinya dan ini adalah kebodohan terbesarku. Mengapa ? aku terlambat memberitahukan padamu tentang adanya perasaanku saat ini dan pada akhirnya ada sosok Pria hebat yang datang dan mengambil perasaanmu begitu saja dariku.
Lucunya saat kamu memberitahukan hal itu padaku yang ada aku langsung saja menangis dihadapanmu, mencoba memelukmu untuk yang pertama kalinya lalu hanya bisa berucapa 'Aku ikut bahagia'. itu salah satu kata yang sungguh tak masuk akal untuk ku ucap tapi sudahlah tak apa, ini bukan kesalahanmu atau Pria itu, tapi ini kesalahanku yang selalu menundah waktu untuk mengungkapkannya padamu.
Hatiku sakit, sungguh. Tapi akan jauh lebih sakit jika aku terus berlama-lama duduk disampingmu seperti sekarang ini lalu mendengarkanmu berbicara tentang hebatnya kekasihmu itu yang begini dan begitu.
Aku ingin pulang dulu, nanti saat kesedihanku sudah luntur seiring berjalannya waktu dan nanti jika hatiku sudah siap mendengarkan ceritamu yang isinya semua tentang Dia, baru aku akan menemuimu dan dengan senang hati akan mendengarkan apa yang kamu ceritakan. Tapi sekarang maaf, jangan dulu. Aku belum cukup kuat menerimanya.
Dan sekarang aku menyesalinya dan ini adalah kebodohan terbesarku. Mengapa ? aku terlambat memberitahukan padamu tentang adanya perasaanku saat ini dan pada akhirnya ada sosok Pria hebat yang datang dan mengambil perasaanmu begitu saja dariku.
Lucunya saat kamu memberitahukan hal itu padaku yang ada aku langsung saja menangis dihadapanmu, mencoba memelukmu untuk yang pertama kalinya lalu hanya bisa berucapa 'Aku ikut bahagia'. itu salah satu kata yang sungguh tak masuk akal untuk ku ucap tapi sudahlah tak apa, ini bukan kesalahanmu atau Pria itu, tapi ini kesalahanku yang selalu menundah waktu untuk mengungkapkannya padamu.
Hatiku sakit, sungguh. Tapi akan jauh lebih sakit jika aku terus berlama-lama duduk disampingmu seperti sekarang ini lalu mendengarkanmu berbicara tentang hebatnya kekasihmu itu yang begini dan begitu.
Aku ingin pulang dulu, nanti saat kesedihanku sudah luntur seiring berjalannya waktu dan nanti jika hatiku sudah siap mendengarkan ceritamu yang isinya semua tentang Dia, baru aku akan menemuimu dan dengan senang hati akan mendengarkan apa yang kamu ceritakan. Tapi sekarang maaf, jangan dulu. Aku belum cukup kuat menerimanya.